Poltekkes Kemenkes Aceh melalui Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (TLM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Non-Arsip sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola dokumentasi akademik. Kegiatan ini menghadirkan staf perpustakaan, Nasrijal, S.IP, sebagai pemateri utama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat fungsional Arsiparis Ahli madya, Nurmayani. SKM, M,Pd., serta pejabat fungsional Arsiparis Ahli Muda Sulce Yulmeyer Septina Wohon,S.ST,. yang bersama-sama memberikan penguatan terkait pentingnya sinergi antara pengelolaan arsip dan pengelolaan koleksi perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi.
Peserta kegiatan merupakan pengelola arsip dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Prodi TLM yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan dokumen akademik. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi yang membahas berbagai permasalahan nyata di lapangan.
Dalam pemaparannya, Nasrijal menjelaskan bahwa pengelolaan non-arsip memiliki peran penting dalam mendukung penyediaan informasi akademik yang berkualitas. Karya ilmiah seperti skripsi, laporan penelitian, dan publikasi akademik merupakan aset intelektual institusi yang harus dikelola melalui sistem perpustakaan secara sistematis dan terstandar.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, serta berbagai peraturan turunan yang mengatur standar penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya serah simpan karya cetak dan karya rekam sebagai bentuk tanggung jawab institusi.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pengembangan repositori institusi sebagai sarana penyimpanan dan diseminasi karya ilmiah secara digital. Repositori diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas serta visibilitas hasil karya sivitas akademika.
Dalam sesi diskusi, Nurmayani menekankan pentingnya koordinasi lintas unit dalam pengelolaan dokumen. Sinergi antara unit arsip dan perpustakaan dinilai sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan dokumen serta memastikan setiap jenis dokumen dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam pengelolaan non-arsip, sehingga mampu mendukung terciptanya sistem dokumentasi akademik yang tertib, terintegrasi, dan sesuai standar.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas layanan informasi serta penguatan tata kelola institusi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh. (nasr)



